Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Monday, April 23, 2012

Pemeriksaan Klinis Neurologi 4


BAB VII
Sistem Refleks

·         Pendahuluan
-     Refleks adalah jawaban atas rangsangan.
-     Bergantung pada sistem lengkung / lengkung refleks (arcus refleks), terdiri dari:
o  Jalur aferen yang dicetuskan oleh reseptor
o  Jalur eferen yang mengakyivasi organ efektor
o  Hubungan kedua komponen tersebut
-     Refleks berhubungan dengan pusat di otak (berfungsi memodifikasi)
-     Bila lengkung refleks rusak : refleks hilang
-     Bila hubungan pusat terputus (kerusakan traktus piramidalis) : refleks meningkat

·         Jenis Refleks
1.       Refleks Dalam (Refleks Fisiologis)
= Refleks regang otot
= Refleks tendon
Timbul akibat regangan otot oleh rangsangan (ketok) sebagai jawaban : kontraksi
a.    Refleks Bisep : extremitas superior
= Biseps Pees Refleks (BPR)
Pusat: C5 – C6
Cara:
-     Lengan bawah penderita semifleksi
-     Tempatkan ibu jari di atas tendon otot biseps à ketok
-     Jawaban: fleksi lengan bawah

 Refleks biseps

b.   Refleks Triseps : extremitas superior
= Triseps Pees Refleks (TPR)
Pusat: C6 – C8
Cara:
-     Lengan penderita semifleksi
-     Ketok insersio tendon m. triseps (atas olekranon)
-     Jawaban: lengan bawah ekstensi

 Refleks Triseps

c.    Refleks Kuadrisep Femoris : extremitas inferior
= Knee Pees Refleks (KPR)
= Refleks Patella
Pusat: L2, L3, L4
Cara:
-     Tungkai di fleksi gantungkan
-     Ketok tendon m. kuadriseps femoris (bawah patella)
-     Jawaban: kontraksi m. kuadriseps femoris à ekstensi tungkai 

Refleks patella (KPR)

d.   Refleks Tendon Achilles à extr. inferior
= Achilles Pees Refleks (APR)
= Refleks Triseps Sure
Pusat: S1, S2
Cara:
-     Tungkai bawah fleksi sedikit
-     Dorsofleksikan kaki (pegang ujung jari-jari)
-     Ketok tendon Achilles
-     Jawaban: kontraksi m. triseps sure/ plantarfleksi kaki
 Reflaks Tendon Achilles (APR)

2.       Refleks Superfisial
a.    Refleks Kornea
-     Cara:
o  Kapas digulung ujungnya sampai runcing
o  Suruh pasien melirik
o  Sentuh kornea berlawanan lirikan
-     Respon: mata berkedip
-     Lengkung: aferen N.V1, efferent N.VII

 Refleks Kornea

b.   Refleks Dinding Perut Superfisial
-     Cara: gores dinding perut dengan gagang hammer secara cepat
-     Respon: kontraksi m. rektus abdominalis
-     Lengkung: melibatkan neuron supra-segmental
-     Kerusakan neuron suprasegmental (UMN) : refleks (-)
-     Refleks superfisial dinding perut (-) normal pada: wanita hamil, gemuk, lanjut usia, bayi s/d 1 tahun.

Refleks Dinding Perut Superfisialis

c.    Refleks Kremaster (khusus untuk laki-laki)
-     Cara: gores bagian medial dinding paha
-     Reaksi: skrotum kontraksi
-     Refleks Negatif pada:
o  Lesi traktus piramidalis (patologis)
o  Usia lanjut (normal)
-     Lengkung: L1-L2

Refleks Kremaster

d.   Refleks Anus Superfisial
-     Cara: kulit sekitar anus digores
-     Respon: spinter ani eksternus kontraksi
-     Lengkung: S2 - S4, S5

3.       Refleks Patologis  (keadaan fisiologis tidak ditemukan)
a.       Refleks Babinski : extremitas inferior
§ Cara:
o Pasien baring, tungkai diluruskan
o Pegang pergelangan kaki
o Gores dengan pelan telapak kaki bagian lateral mulai tumit sampai pangkal jari (gunakan gagang hammer)
§ Respon: dorsofleksi ibu jari kaki dan mekar jari lainnya
§ Respon Babinski timbul oleh:
o Cara Chaddock : rangsang diberikan dengan jalan menggoreskan bagian lateral maleolus
o Cara Gordon : memencet (mencubit) otot betis
o Cara Oppenheim : mengurut dengan kuat tibia dan otot tibialis anterior. Arah mengurut ke bawah (distal)
o Cara Gonda : memencet (menekan) satu jari kaki dan kemudian melepas-kannya sekonyong-konyong
o Cara Schaefer : memencet (mencubit tendon Achilles
o Rossolime : kaki bagian atas di ketuk (sekitar pangkal/proksimal jari tengah-telunjuk)
o Mendel : telapak kaki diketuk (sekitar pangkal/proksimal jari tengah-telunjuk)

Refleks Patologis
1. Babinski
2. Oppenheim
3. Gordon
4. Schaefer
5. Gonda
6. Chaddock

b.      Hoffman-Tromner : extremitas superior
§ Cara:
o  Pegang pangkal jari tengah, fleksikan
o  Gores kuat ujung jari tengah
§ Respon: fleksi jari telunjuk serta fleksi dan adduksi ibu jari
§ Positif:
o simetris : belum tentu patologis
o asimetris : patologis (Lesi Piramidalis [UMN])

 Refleks Hoffman Tromner

c.       Klonus
§ Klonus ialah kontraksi ritmik dari otot, yang timbul bila otot diregangkan secara pasif.
§ Klonus merupakan refleks regang otot (muscle stretch reflex) yang meninggi dan dapat dijumpai pada lesi supranuklir (UMN, piramidal)
§ Terbagi atas:
o Klonus Kaki
·  Cara: regangkan m. gastroknemius, lalu dorsofleksikan kaki secara cepat & tahan
·  Respon: gerak ritmik (bolak-balik) kaki, yaitu: plantar fleksi dan dorsofleksi secara bergantian.
o Klonus Patella
·  Cara: regangkan otot kuadriseps femoris dengan memegang patella, dorong dengan cepat ke bawah, tahan
·  Respon: gerak ritmik patella


 
Catatan:
Untuk pembahasan VIII, silahkan lanjutkan pada "Pemeriksaan Klinis Neurologi 5" 


Referensi
1.    Bahan Kuliah Sistem Neuropsikiatry, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, 2004.
2.    Harsono, Kapita Selekta Neurologi, Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2007.
3.    Lumbantobing S, Neurologi Klinik, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2007.
4.    Mahar Marjono, Neurologi Klinis Dasar, Penerbit Dian Rakyat, Jakarta, 2008.
5.    Protap SMF Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, 2000.


No comments:

Post a Comment